Cara Merawat Tas Kulit biar Awet, Tidak Kusam, dan Tidak Cepat Rusak
Beberapa orang memilih menggunakan tas kulit untuk kegiatan sehari-hari karena dianggap lebih awet dan tahan lama. Namun, kalau penyimpanannya sembarangan, tas bakalan lebih cepat kusam dan rusak. Bagaimana, ya, cara merawat tas kulit yang baik dan benar?
Biar lebih awet, temukan cara merawat tas kulit sesuai jenis bahannya melalui artikel berikut ini.
Kenali Bahan Tas Dulu supaya Nggak Salah Treatment
Setiap bahan tas kulit bisa berbeda satu sama lainnya sehingga kamu perlu mengenali pola, ciri, dan mengetahui risiko perawatan yang salah.
1. Kulit Asli
Bahan kulit asli memiliki tekstur yang nggak sepenuhnya seragam. Teksturnya berupa grain, terasa lentur, dan kalau dirawat secara rutin, hasilnya makin bagus.
Kalau salah perawatan, bisa-bisa bahannya jadi kering, kaku, muncul cracking halus, dan warnanya lebih cepat kusam akibat debu menumpuk.
Perawatan bahan tas kulit asli adalah menjaga kebersihan dan kelembapan secukupnya. Kamu bisa lap tas secara rutin yang minim basah, lalu gunakan conditioner tipis sewaktu tas sudah kering.
2. Kulit Sintetis
Kulit sintetis mudah dikenali dari permukaannya yang lebih rata dan seragam karena adanya lapisan coating di atas material dasar. Sayangnya, risiko utama salah merawat bahan ini adalah coating mengelupas, permukaan jadi lengket, dan warnanya kusam.
Jangan samakan cara merawat tas kulit sintetis dengan bahan kulit asli. Bersihkan permukaan tas secara lembut, lakukan pengeringan, hindari panas serta kelembapan, dan hindari menumpuk produk perawatan.
3. PU Leather
Banyak yang mengira PU leather adalah kulit asli. Padahal, sifatnya mirip kulit sintetis dan mengandung polimer termoplastik. Bahan PU leather cukup rawan retak dan mengelupas kalau sering terkena paparan panas, penyimpanan di tempat lembap, dan terkena cairan yang membuat coating kusam.
Cara merawat tas bahan PU leather terbilang gampang dan nggak demanding banyak produk. Cukup fokus membersihkan tas secara lembut, lalu simpan di tempat kering.
4. Suede
Karakteristik bahan suede berupa permukaan yang berbulu, mudah meninggalkan bekas arah gosokan, dan mudah menyerap. Tas dengan baha ini berisiko mudah belang, teksturnya bisa botak, dan apabila ada noda, dapat menyebar lebih cepat.
Cara merawat tas bahan suede adalah menggunakan metode kering, yaitu menyikat satu arah untuk mengangkat debu. Gunakan air sebagai opsi terakhir supaya noda nggak melebar.
Kalau kamu nggak terlalu tahu tasmu terbuat dari bahan apa, cara paling aman untuk membersihkannya adalah dengan lap kering atau spot cleaning minim basah. Kemudian, semisal ada tanda belang, lengket, atau perubahan warna, hentikan proses pembersihan.
Baca Juga: Tas Kulit Asli vs Kulit Sintetis, Mana yang Worth It untuk Dibeli?
Rutinitas Harian dan Mingguan yang Aman Untuk Semua Jenis Kulit
Merawat tas kulit memang membutuhkan konsistensi. Ada beberapa pilihan cara merawat tas kulit yang bisa kamu terapkan secara rutin.
1. Lap Kering Setelah Dipakai
Keberadaan debu mirip dengan amplas halus. Jadi, jangan dibiarkan menumpuk hingga menimbulkan kusam.
Sisihkan waktu 30 detik setiap harinya buat membersihkan tas kulit. Gunakan lap kain microfiber atau kain katun dan bersihkan debu yang menempel di area handle, sisi tas, dan bagian bawah tas.
Sementara itu, kalau dibedakan berdasarkan bahan, cara lap keringnya seperti ini:
- Kulit asli: Jangan menggunakan kain kasar.
- Sintetis dan PU leather: Aman, tetapi hindari produk perawatan yang berminyak.
- Suede: Karena nggak perlu air, cukup gunakan sikat, lalu sikatlah satu arah.
2. Bersihkan Noda Ringan dengan Cara Spot Cleaning
Bersihkan titik noda dengan uji coba dulu pada area kecil dengan kain yang sedikit lembap. Khusus bahan tas kulit asli, kamu bisa menggunakan leather cleaner pH seimbang secukupnya. Jangan lupa setelah selesai langsung keringkan.
Hindari pemakaian tisu basah atau alkohol di titik noda yang berada di area permukaan tas yang luas supaya nggak berisiko meninggalkan bekas.
Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika melakukan spot cleaning, antara lain
- pastikan titik nodanya nggak melebar,
- cek perubahan warna tas, dan
- pastikan permukaan tas nggak terasa lengket.
Sementara itu, kalau dibedakan berdasarkan bahan, cara spot cleaning-nya seperti ini:
- Kulit asli: Hindari menggosok dengan keras; dapat menggunakan pH seimbang.
- Sintetis dan PU leather: Bisa diterapkan, tetapi hindari alkohol dan cairan keras lain.
- Suede: Kalau ada noda basah, biarkan kering dulu, lalu sikat secara lembut.
3. Rawat Kilau dan Elastisitas Secukupnya
Tas kulit yang berkilau sehat berasal dari permukaan tas yang bersih dan cukup terhidrasi, bukan dari tebalnya produk yang meninggalkan residu. Kalau tas mulai kering dan kusam, gunakan leather conditioner atau leather cream secukupnya. Ratakan, kemudian buff ringan supaya hasilnya rapi.
Umumnya, kamu bisa melakukan metode ini secara berkala tiap 3–6 bulan atau saat permukaan kulit tas kering.
Untuk setiap bahan tas, perawatan kilau dan elastisitas bisa kamu sesuaikan seperti ketentuan berikut:
- Kulit asli: Pakai bantuan conditioner secukupnya.
- Sintetis dan PU leather: Hindari alkohol atau cairan lain seperti conditioner.
- Suede: Jaga kualitas tekstur bulunya.
Cara Simpan Tas Kulit yang Benar biar Nggak Rusak

Perlu kamu ketahui, tas kusam, berjamur, atau mengelupas seringnya disebabkan oleh cara penyimpanan yang salah, bukan hanya dari pemakaiannya.
Kebiasaan buruk, seperti menyimpan tas saat masih dalam kondisi lembap, di tempat penyimpanan yang terlalu rapat, atau dengan digantung terlalu lama, bisa mengurangi usia pakai tas tersebut.
Untuk itu, supaya tas kulit kesayanganmu nggak cepat rusak, berikut beberapa cara yang bisa kamu praktikkan:
1. Pastikan Tas Kering Total Sebelum Disimpan
Kondisi lembap dapat memicu jamur yang muncul sebagai bercak-bercak pada tas. Di samping itu, menyimpan tas yang belum kering sempurna dapat menimbulkan bau apek yang pastinya nggak sedap di hidup. Oleh karena itu, pastikan permukaan luar, bagian dalam, lipatan, dan dasar tas benar-benar kering.
Jadi, ketika tas basah karena kehujanan atau baru dibersihkan, langsung kipaskan tas di tempat yang benar-benar kering luar dan dalam.
2. Simpan di Tempat yang Ada Sirkulasi
Lemari penyimpanan yang terlalu tertutup mudah mengunci kelembapan. Berilah jarak antartas dan jangan simpan tas berdempet.
Kalau menyimpan di plastik, hindari menutup plastik secara rapat untuk mencegah munculnya jamur akibat lembap yang terkunci.
Selain itu, hindari penyimpanan tas kulit yang terkena paparan sinar matahari dan UV karena bisa membuat bahan kulit cepat kusam dan kaku.
3. Jaga Bentuk Tas Tanpa Membuat Bekas
Isi tas dengan penyangga secukupnya dan jangan terlalu penuh. Kalau butuh stuffing, manfaatkan kertas atau kain lembut. Hindari pemakaian koran karena tintanya dapat menempel di tas.
4. Pakai Penyerap Lembap Secukupnya
Gunakan silica gel atau penyerap lembap kecil dan ganti secara berkala supaya penyerap lembapnya nggak jenuh.
Kalau Tas Kulit Sudah Mulai Kusam, Stop’N’Go Bisa Bantu!
Semisal tas kulit sudah dirawat dan disimpan dengan benar, tapi masih cepat kusam, bau, atau jamur cepat balik, sudah waktunya kamu butuh penanganan profesional, seperti Stop’N’Go.
Lewat layanan Bag Cleaning Stop’N’Go, tasmu nggak hanya terbebas dari jamur dan bau apek, tapi usia pakainya jadi lebih lama. Selain mendapatkan perawatan terkontrol, hasil layanan Stop’N’Go tentu jauh lebih rapi, cocok untuk tas kulitmu yang branded dan berbahan sensitif.
Segera kunjungi situs resmi Stop’N’Go atau hubungi kami via WhatsApp untuk konsultasi masalah tas kulit kamu. Jangan ragu pakai Stop’N’Go karena kami siap bantu merawat tas kulitmu dengan sepenuh hati.
FAQ
1. Apakah baby oil atau minyak zaitun aman untuk tas kulit?
Tidak direkomendasikan. Minyak bisa meninggalkan noda gelap, menarik debu, dan membuat permukaan jadi tidak merata, terutama pada tas yang punya coating.
2. Apakah handbody bisa membersihkan tas kulit?
Tidak direkomendasikan. Handbody biasanya meninggalkan residu yang menarik debu dan membuat permukaan terlihat kusam atau belang, terutama pada kulit yang punya coating.
3. Apakah tas kulit asli bisa berjamur?
Bisa. Jamur lebih dipengaruhi kondisi lembap dan sirkulasi yang buruk daripada jenis kulitnya sehingga pencegahan terbaik tetap menjaga tas kering sebelum disimpan.
Referensi:
- Fibrenew. (n.d.). Can I use olive oil on my leather items?. https://www.fibrenew.com/blog/olive-oil-on-leather/
- Leather Honey. (n.d.). Leather maintenance myths and care tips. https://www.leatherhoney.com/blogs/leather-care/leather-maintenance-myths-care-tips