Tas Berjamur? Ini Penyebab dan Cara biar Aman Dipakai Lagi
Lagi bongkar lemari buat nyari tas untuk dipakai lagi, tapi ternyata tasnya bau apek. Nggak cuman bau, ternyata ada bintik putih sampai bercak hijau keabu-abuan. Kalau kondisi sudah begini, itu tandanya tas kamu berjamur.
Tas berjamur umumnya karena lingkungan penyimpanan yang terlalu lembap. Namun, nggak perlu langsung panik. Mari simak penyebab, cara penanganan, dan kapan sebaiknya kamu berhenti coba-coba membersihkan tas yang berjamur.
Begitu Lihat Jamur, Lakukan Ini Dulu!
Kalau salah satu tasmu kelihatan ditumbuhi jamur, jangan langsung buru-buru membasahi tas! Soalnya, air bisa membuat bekas jamur makin sulit dibersihkan.
Sebaliknya, berikut langkah-langkah yang wajib kamu lakukan ketika melihat jamur pada tas:
1. Pisahkan Tas Berjamur dari Tas Lain
Pertama-tama, pisahkan tas berjamur dari tas lainnya. Hal ini dilakukan karena jamur bisa menyebar lewat spora dan dikhawatirkan tasmu yang nggak berjamur jadi tertular.
2. Kipas di Tempat Kering
Letakkan tas di tempat yang kering dan berventilasi. Jauhi dari sinar matahari langsung supaya kelembapannya turun tanpa merusak bahan tas.
3. Sikat Jamur Perlahan
Gosok permukaan tas yang berjamur dengan sikat halus dan ringan agar spora nggak menyebar dan menimbulkan bekas.
Penyebab Tas Berjamur

Tas bisa berjamur karena kondisi lingkungan yang lembap, sirkulasi udara yang buruk, dan ada “makanan” jamur, seperti debu atau minyak yang menempel. Namun, pemicu utama mengapa tas bisa berjamur adalah karena disimpan sebelum kering total dan di lemari atau kotak penyimpanan yang cenderung lembap.
1. Lemari Rapat dan Cenderung Lembap
Lemari penyimpanan tas yang terlalu rapat berpotensi membuat udara lembap. Sebab, kalau udaranya terkunci, ini bakal menyebabkan jamur lebih cepat tumbuh.
2. Tas Disimpan saat Masih Menyimpan Lembap
Sisa lembap hujan, keringat, atau proses pembersihan tas yang kurang diperhatikan kekeringannya sering menjadi penyebab tas berjamur tanpa disadari.
3. Debu dan Minyak Menempel Lama
Permukaan tas yang jarang dibersihkan lebih banyak menyimpan lapisan kotoran halus. Alhasil, jamur pun lebih mudah muncul.
Cara Menangani Tas Berjamur Berdasarkan Level Jamurnya
Supaya lebih maksimal menangani tas berjamur, kamu dapat melihat level jamurnya dulu. Mengetahui jenis level jamur dapat membantumu memilih teknik membersihkan tas dan menjaga tekstur aslinya, terutama tas yang bernilai.
1. Jamur Ringan
Ciri-ciri jamur level ringan berupa bintik tipis di permukaan, persebarannya masih kecil, belum ada bau menyengat, dan material yang terinfeksi belum berubah teksturnya.
Adapun cara membersihkan jamur level ringan adalah sebagai berikut:
- Sikat jamurnya secara perlahan di area yang terlihat, lalu bersihkan tipis-tipis secara lembut.
- Sebelum disimpan lagi, pastikan tas sudah dalam keadaan kering.
Dalam proses pembersihannya, hindari
- menggosok tas terlalu keras dan
- membasahi area jamur terlalu banyak.
2. Jamur Sedang
Jamur level sedang umumnya mulai menyebar atau menebal. Baunya juga mulai terhirup saat tas dibuka dan ada area yang mudah terjangkit kembali.
Adapun cara membersihkan jamur level sedang adalah sebagai berikut:
- Bersihkan jamur secara bertahap per area dan ulang seperlunya. Cek bagian tas yang rentan lembap, seperti di sudut, lipatan dan lining.
- Pastikan nggak ada lagi sisa pembersih dan tas sudah dalam kondisi kering untuk mencegah potensi jamur datang kembali.
Dalam proses pembersihannya, hindari
- terlalu sering menggonti-ganti cairan dalam satu sesi tanpa uji dan
- menutup tas secara rapat atau dimasukkan ke dust bag sebelum kering sepenuhnya.
3. Jamur Berat
Jamur level memiliki ciri-ciri, seperti sudah menyebar luas, cepat balik dan bercak mulai menetap, serta adanya perubahan warna dan tekstur, seperti kaku, lengket, rapuh.
Adapun penanganan yang paling aman untuk tas dengan jamur level berat adalah sebagai berikut:
- Simpan tas berjamur di tempat kering dan terpisah agar jamur nggak makin menyebar dan parah.
- Hentikan percobaan menangani jamur secara berulang yang hanya akan menimbulkan risiko bekas jamur semakin menetap.
- Pertimbangkan untuk membawa tas berjamur ke perawatan profesional, terutama tas branded.
Kalau kondisi tasmu sudah begini, sebaiknya jangan dibersihkan secara mandiri. Jamur tas dengan level ini umumnya sudah “masuk” ke bahan tas dan lebih sulit untuk dibersihkan. Kalau kamu tetap lanjut menggosok dan memakai cairan yang lebih kuat, risiko besarnya adalah kerusakan permanen pada tas.
Baca Juga: Sepatu Berjamur? Jangan Panik! Ini Panduan Cara Mengatasinya Hingga Tuntas
Hilangkan Jamur Membandel pada Tas Kesayanganmu di Stop’N’Go!
Kalau tas berjamurmu sudah masuk ke level sedang hingga berat, lebih baik serahkan ke yang sudah ahlinya. Dengan memakai jasa profesional, hasil dijamin lebih konsisten karena prosesnya terukur dan fokusnya bukan hanya membuat tas bersih, melainkan menjaga keamanan tas saat dipakai kembali.
Zaman sekarang, sudah ada layanan laundry tas yang akan membantumu membersihkan tas secara lebih menyeluruh, menghilangkan bau apek, dan menurunkan risiko jamur balik. Salah satu contohnya adalah Stop’N’Go.
Sebagai pionir jasa reparasi cepat di Indonesia, layanan Bag Cleaning Stop’N’Go nggak cuma bikin tas kesayanganmu bersih dan wangi, tetapi juga bantu usir jamur datang kembali.
Mau tau seefektif apa layanan kami mengatasi masalah jamur pada tasmu? Kamu bisa mengunjungi situs Stop’N’Go atau kontak kami melalui WhatsApp untuk mendapatkan solusi penanganan tas terbaik dari ahlinya.
Cara Mencegah Jamur Datang Lagi
Supaya jamur nggak datang lagi, kamu dapat mencegahnya dengan menjaga tempat penyimpanan tas tetap kering. Jadi, bukan sekadar menyemprot pewangi aja, ya!
Nggak perlu sampai melakukan perawatan yang berat, jamur tas ogah datang lagi hanya dengan sejumlah langkah kecil, tetapi efektif, berikut ini:
1. Pastikan Tas Kering Total Sebelum Disimpan
Walaupun bagian luar terlihat kering, cek kembali apakah bagian dalam, lining, dan setiap sudut tas benar-benar kering sempurna.
2. Simpan di Tempat yang Bersirkulasi Baik
Lemari yang terlalu rapat mudah mengunci kelembapan. Jadi, pastikan untuk memberi jarak antartas untuk memberi ruang bernapas dan supaya udara bisa bergerak.
3. Gunakan Penyerap Lembap Secukupnya
Masukkan silica gel atau dehumidifier kecil ke dalam tas sebagai penyerap lembap. Namun, kamu harus cek secara berkala karena penyerap lembab bisa jenuh.
FAQ
1. Apakah tas kulit yang berjamur boleh dibersihkan dengan minyak kayu putih?
Tidak selalu aman. Minyak kayu putih bisa meninggalkan bekas minyak, membuat warna tidak merata, atau mengganggu finishing pada beberapa kulit.
Jika tetap ingin mencobanya, gunakan jumlah yang sangat sedikit, uji di area kecil yang tidak terlihat, lalu hentikan kalau ada perubahan.
2. Apakah handbody atau baby oil aman untuk membersihkan tas kulit yang berjamur ?
Secara umum, handbody maupun baby oil tidak direkomendasikan untuk pembersihan jamur. Keduanya bisa meninggalkan residu berminyak, menarik debu, dan membuat finishing terlihat kusam atau belang.
3. Apakah alkohol atau disinfektan aman untuk menghilangkan jamur di tas?
Alkohol atau disinfektan terkadang bisa membantu menekan jamur di permukaan, tetapi pada tas tertentu, bisa memudarkan warna, membuat permukaan kusam, atau merusak lapisan coating. Kalau ingin melakukannya, terlebih dahulu coba di area kecil, pakai seperlunya, dan pastikan tas benar-benar kering setelahnya.
Referensi:
- United States Environmental Protection Agency. (18 Juni 2025). Mold Cleanup in Your Home. https://www.epa.gov/mold/mold-cleanup-your-home
- Centers for Disease Control and Prevention. (16 Februari 2024). Mold Clean Up Guidelines and Recommendations. https://www.cdc.gov/mold-health/about/clean-up.html
- American Leather Chemists Association. (n.d.). https://leatherchemists.org/