Waktu Cuci Sepatu: 3 Panduan Ideal agar Tidak Cepat Rusak
Menjaga kebersihan sepatu sebenarnya bukan cuma soal agar tidak kelihatan kotor aja, tapi juga untuk menjaga kesehatan kaki dan sepatu itu sendiri. Itu sebabnya, kamu perlu mencuci sepatumu supaya nggak bau dan penampilannya bersih.
Walaupun begitu, mencuci sepatu tidak boleh sampai keseringan karena malah bisa membuatnya cepat rusak. Untuk itu, kamu perlu menentukan jadwal pencucian yang tepat supaya sepatu tetap bersih tanpa mengorbankan daya tahan dan masa pakainya.
Nah, mau tahu cara rawat sepatu yang benar? Yuk, simak pembahasan berikut biar kamu paham nentuin jadwal cuci sepatu yang ideal supaya sepatu tetap awet dan kinclong!
Seberapa Sering Sepatu Sebaiknya Dicuci?
Sebenarnya nggak ada waktu pasti yang berlaku untuk semua orang. Kenapa? Karena aktivitas setiap orang berbeda-beda dan sangat bergantung pada frekuensi pemakaian.
Namun, sebagai patokan, waktu cuci sepatu yang paling ideal untuk pemakaian aktif sehari-hari adalah sekitar 2–4 minggu sekali.
Kalau kamu adalah orang yang sering beraktivitas di luar ruangan (outdoor) dan terpapar debu jalanan, mencuci sepatu sebulan sekali adalah wajib agar kotoran tidak mengeras dan merusak serat kain.
Selain soal penampilan, pencucian secara rutin juga penting untuk menghilangkan bakteri yang berkembang biak di dalam sepatu. Keringat yang terserap oleh bahan sepatu, kalau nggak dibersihkan secara berkala, bisa menjadi sarang kuman. Jadi, walaupun luarnya kelihatan “oke”, bagian dalamnya mungkin butuh perhatian ekstra.
So, jangan tunggu sampai sepatu terlihat dekil banget baru dicuci, ya. Menjaga kebersihan adalah kunci supaya masa pakai sepatu bisa lebih panjang.
Tanda Sepatu Sudah Perlu Dicuci
Kadang, kita suka abai dengan kondisi sepatu kalau belum benar-benar rusak. Padahal, sepatumu mungkin sudah beberapa kali kasih “kode” kalau dia harus dibersihkan.
Ada sejumlah tanda kalau sepatumu sudah perlu dicuci, di antaranya sebagai berikut:
- Bau yang kurang enak dari dalam sepatu: Ini tanda paling jelas kalau keringat dan bakteri sudah mengumpul di sana.
- Bagian luar jadi kusam: Debu yang sudah lama menempel bisa nutupin warna asli sepatu.
- Insole jadi lembap atau lengket: Ini biasanya terjadi karena keringat yang menumpuk, bikin kaki kurang nyaman ketika mengenakannya.
- Ada noda kuning di area mesh atau kanvas: Kalau terlalu lama dibiarkan, noda dapat menumpuk dan semakin sulit dihilangkan.
- Pasir masuk ke sepatu: Saat dipakai jalan, terkadang pasir dan debu masuk ke sepatu dan bikin kurang nyaman.
- Kaki gatal atau iritasi: Biasanya kalau kaki sering terasa gatal, tandanya ada bakteri di dalam sepatu.
- Habis kena hujan atau lumpur: Jangan menunda membersihkan sepatu, apalagi kalau basah karena hujan atau terkena lumpur.
Apa Dampak jika Sepatu Terlalu Sering Dicuci?
Meskipun menjaga kebersihan sepatu bagus, terlalu sering mencucinya juga kurang baik untuk kesehatan si sepatu sendiri. Salah satu masalah yang paling sering muncul adalah lem yang mengelupas.
Pencucian sepatu yang terlalu sering, terlebih kalau menggunakan air panas, bisa mengurangi daya rekat lem. Alhasil, sepatu kesayanganmu bisa “mangap” sebelum waktunya.
Selain lem, bahan sepatu, seperti kanvas atau mesh, juga bisa turun kualitasnya. Serat kainnya juga bisa jadi lebih cepat robek atau warnanya memudar karena terlalu sering disikat.
Oleh karena itu, kalau kamu punya sepatu kulit dan sering terkena air tanpa pemberian conditioner setelahnya, kulitnya bisa menjadi kaku dan pecah-pecah.
Cara Merawat Sepatu Harian agar Tidak Perlu Sering Cuci
Supaya kamu nggak perlu terlalu sering bersihin sepatu, berikut beberapa cara merawat sepatu secara harian yang bisa kamu praktikkan:
1. Rutin Ganti Sepatu
Ini penting banget, sebaiknya jangan pakai sepatu yang sama setiap hari. Kalau punya lebih dari satu pasang sepatu, kamu bisa mengenakannya secara bergantian.
2. Gunakan Shoe Tree atau Ganjalan Sepatu
Selain menjaga bentuk, shoe tree bisa membantu menyerap bau dan kelembapan secara alami.
3. Gunakan Silica Gel
Taruh beberapa sachet silica gel di dalam sepatu saat disimpan di rak. Hal ini supaya sepatu tidak lembap dan terhindar dari jamur.
4. Bersihkan Debu yang Menempel
Biasakan selalu mengelap bagian luar sepatu dengan kain mikrofiber setiap kali selesai beraktivitas.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Servis Cuci Sepatu?
Sejujurnya, cuci sepatu sendiri sudah pasti lebih hemat. Tapi, kamu mungkin pernah nggak punya waktu, merasa malas, atau takut salah gosok sewaktu membersihkan noda membandel yang ada di sepatu.
Nah, inilah saatnya kamu butuh bantuan dari servis cuci sepatu profesional. Kalau noda di sepatumu sudah nggak bisa hilang lagi dengan sabun biasa, atau kalau sepatu tersebut berbahan sensitif seperti suede dan leather premium, sebaiknya jangan bereksperimen sendiri, deh!
Jasa profesional, seperti Stop’N’Go, memiliki peralatan yang lengkap dan cairan pembersih khusus yang disesuaikan dengan jenis material sepatumu. Bukan cuma bersih, sepatumu juga bebas dari bakteri dan jamur yang mungkin sulit untuk dihilangkan kalau sebatas dicuci di rumah.
Hasilnya? Sudah pasti sepatu jadi kinclong, wangi tahan lama, dan terasa seperti baru!
Perlu Konsultasi Sebelum Mencuci?
Masih ragu apakah sepatumu butuh penanganan khusus atau nggak? Kamu bisa konsultasi ke Stop’N’Go buat tanya-tanya dulu sebelum sepatumu mendapat perawatan yang sesuai.
Nggak perlu ragu untuk konsultasi di Stop‘N’Go karena semua pertanyaanmu akan terjawab. Konsultasinya pun gratis, jadi nggak perlu takut bikin dompet bolong.
Dengan berkonsultasi ke tempat yang tepat, kamu nggak akan lagi salah bersihin sepatu. Karena dengan konsultasi bareng Stop‘N’Go, kamu dapat saran yang cocok dengan kondisi sepatu yang kamu keluhkan. Ingat, mencegah kerusakan itu jauh lebih murah dibanding memperbaiki yang sudah rusak.
Kesimpulan
Intinya, cuci sepatu setiap 2–4 minggu sekali sudah sangat cukup untuk menjaga penampilan dan kebersihannya. Jangan lupa untuk selalu melakukan perawatan harian, seperti rutin mengganti sepatu dan menyeka debu agar noda tidak cepat mengendap.
Perawatan yang tepat bukan cuma bikin kamu tampil pede, tapi juga membuat masa pakai sepatu jadi lebih panjang bertahun-tahun. Jadi, kalau sepatumu sudah mulai menunjukkan tanda-tanda butuh perawatan yang ampuh dan butuh pertolongan yang super mudah, jangan ragu untuk menyerahkannya kepada ahlinya.
Langsung saja kunjungi Jasa Reparasi Sepatu Stop N Go atau konsultasikan masalah sepatu kamu melalui WhatsApp sekarang juga! Tas, sepatu, dan koper kamu berhak mendapatkan perawatan terbaik.
FAQ
1. Sepatu running dicuci berapa minggu sekali?
Untuk pelari aktif, sebaiknya sepatu dicuci setiap 2–3 minggu sekali. Namun, jangan rendam terlalu lama agar teknologi cushioning pada midsole-nya tidak cepat kempis.
2. Apakah boleh cuci sepatu pakai mesin cuci?
Sangat tidak disarankan. Putaran mesin cuci yang keras bisa merusak bentuk sepatu dan serat kain secara permanen.
3. Bagaimana kalau sepatu tetap bau meski baru dicuci?
Itu tandanya bakteri di bagian dalam belum mati total atau proses pengeringannya kurang sempurna sehingga sepatu masih lembap. Kamu bisa coba layanan deep clean profesional untuk hasil maksimal.
4. Apa dampak cuci sepatu terlalu sering?
Warna cepat pudar, lem sol gampang lepas, dan bahan (terutama kulit) bisa menjadi cepat retak atau kaku.
5. Bagaimana tips agar sepatu tetap wangi tanpa cuci sering?
Gunakan kaos kaki yang bersih, pakai shoe spray antibakteri, dan pastikan sepatu disimpan di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
6. Seberapa sering sepatu harus dicuci saat musim hujan?
Selalu segera bersihkan sepatu setiap kali terkena air hujan atau lumpur.